Kamis, 30 Januari 2014

Menikah itu...

Menikah itu adalah takdir yang sudah tertulis bahkan ketika kita belum terlahir ke dunia. Saat usia kandungan ibu kita 4 bulan, roh ditiupkan, maka saat itu pula takdir kita sudah digoreskan Nya. Lahir, rejeki, mati, dan jodoh. Tidak akan ada yang melenceng, tugas kita hanyalah dengan sabar menjalani prosesnya. Proses untuk terus memperbaiki diri hingga kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita. Apakah waktu itu cepat atau lama?, tidak ada yang tahu kecuali Dia yang sudah menuliskan takdir hidup untuk kita.

Menikah itu tidak berhubungan dengan seberapa menarik fisik kita menurut penilaian orang. apakah orang cantik/tampan, kaya, memiliki derajat sosial yang tinggi memiliki jaminan untuk menikah cepat? Tidak sama sekali. Bisa saja orang yang secara fisik tidak menarik, secara materi dalam batas cukup, derajat sosial di masyarakat dipandang tidak penting, justru ditakdirkan menikah dalam usia muda. Apakah orang dengan fisik sehat dan sempurna akan lebih cepat menikah dibandingkan dengan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik?
Suatu sore di sebuah rumah sakit bersalin. Seorang ibu mengantarkan anaknya untuk memeriksakan diri. Wanita berusia 30 tahun dalam kondisi lumpuh layuh dari dada hingga kaki, dibopong oleh seorang laki-laki yang ternyata suaminya. Sang ibu bercerita bahwa anaknya pernah menderita TBC tulang belakang, dan hal itulah yang menyebabkan putri tercintanya perlahan lumpuh sejak 8 tahun lalu. Dan kapankah dia dipertemukan jodohnya? masyaAllah... jika Allah berkehendak memang tidak akan ada yang bisa mengalihkannya. Pasutri itu telah menjalani pernikahan sejak 4 tahun lalu, yang dalam arti mereka menikah ketika wanita itu dalam kondisi lumpuh. Betapa luarbiasanya laki-laki yang bersedia menikah dengan wanita itu, dan wanita tersebut sungguh sangat beruntung. Dengan setia sang suami membopong istrinya, meskipun hasil akhir tidak seperti yang diharapkan, aku berharap mereka tetap dalam keberkahan bingkai pernikahan.
Menikah itu adalah rahasia Nya. Maka ketika ada yang bertanya “kapan menikah?” jawaban yang sering aku sampaikan adalah “yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”. Apakah cantik/tampan akan mempercepat datangnya jodoh? Ternyata aku temukan orang yang secara fisik menarik namun juga tak kunjung diberikan jodohnya. Apakah kemapanan akan mempercepat datangnya jodoh? Ternyata aku menemukan bahkan yang tidak bekerja pun sudah menikah. Apakah yang sholeh/sholehah lebih cepat didatangkan jodohnya? Kadang aku bertemu dengan seseorang sholeh/sholehah yang tak kunjung dipertemukan dengan jodohnya. Lalu apa?
Menikah itu seperti mati. Siap tidak siap, jika sudah ditakdirkan untuk menikah maka kita akan menikah. Bedanya dengan kematian, jika mati pasti dialami semua orang, sedangkan menikah belum tentu semua orang akan mengalaminya. Namun satu hal yang harus kita pegang, penyiapan diri yang terus menerus hingga masa itu tiba. Rawat tubuh kita agar ketika jodoh itu datang, fisik kita sehat. Masalah cantik/tampan, itu adalah pemberian Nya, dan hanyalah penilaian dari manusia. Siapkan diri kita secara ilmu karena menikah adalah peristiwa sekali seumur hidup yang butuh ilmu untuk mengarunginya. Sholel/sholehah kan diri kita, karena bagaimana jodoh kita nantinya, itu tergantung bagaimana kita sekarang.

Menikah itu... harus sabar menjalani prosesnya. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang melanggar aturan Nya. Bagaimanapun sulitnya, kita harus kuat-kuat untuk tetap kukuh dengan aturan yang ada.

2 komentar: